kredit-alat-berat
Businesspeople meeting plan analysis graph company finance strategy statistics success concept and planning for future in office room.

Permintaan Alat Berat Melonjak, Perbangkan Belum Antusias

Permintaan Alat Berat Melonjak, Perbangkan Belum Antusias

Sebagaimana banyak dibahas di beberapa judul headline, dapat kita temukan bahwa permintaan akan alat berat meningkat sangat tajam, karena di pengaruhi oleh kebutuhan produksi sector pertambangan dan juga beberapa sector lain seperti sector kontruksi, kehutanan dan juga komodity lainnya.

Peningkatan Jumlah permintaan alat berat ditunjukkan oleh grafik kebutuhan alat berat yang terus bertambah dari kurun Januari hingga September 2021, dan juga jika dibandingkan jumlah penjualan alat berat di tahun lalu dengan tahun 2021 ini, peningkaan mencapai 300% atau jika dihitung jumlah maka penjualan alat berat mencapai 8000 unit

Melihat dari fenomena yang ada, nampaknya diperlukan antusiasme sector perbangkan maupun lembaga Finance, untuk hadir memberikan solusi keuangan bagi para pelaku sector pertambangan dan sector lain yang membutuhkan alat berat.

Kehadiran dan Antusiasme Sektor Perbangkan, maupun Multi Finance, dirasa akan sangat membantu para pelaku sector pertambangan dalam memenuhi kebutuhan alat berat. Karena hal ini merupakan kebutuhan dasar bagi Insan pertambangan.

Momen meroketnya harga Batubara dan nikel di pasaran global, mendorong sector pertambangan untuk mengatifkan seluruh sumberdaya produksi, untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama yang berorientasi expor, dan pada hasil ahirnya perusahaan diharapkan mampu membukukan margin sesuai harapan.

Belum antusiasnya Sektor Finance bukan tanpa alasan, bebrapa pengelola kebutuhan keuangan memiliki alasan yang berbeda – beda, salahsatunya disampaikan oleh, Pimpinan Indomobile Finance yang masih memilih menjaga debitur yang sudah ada, dan terbukti serta sudah dikenal,

Hal ini adalah bentuk dari pemberlakuan manageman resiko pada Penerima Pembiayaan yang mayoritas adalah para pelaku sector pertambangan, mengingat ketidak pastian di tengah situasi covid 19 ini, dan juga bentuk antisipasi resiko kredit bermasalah yang disebabkan dampak situasi covid.

Hal senada, dengan Indomobile Finance, juga disampaikan oleh Dirut Mandiri Tunas Finance, meskipun tercatat bahwa terdapat pertumbuhan positif pada Penyaluran Kredit di sector Pertambangan yang meningkat lebih dari 50%, atau dengan nominal sebesar 850 Milliar.

Namun MTF msih juga melakukan screening ketat terhadap nasabah baru pada aplikasi penyaluran kredit di sector ini, dan juga mengingat juga masih terdapat nasabah yang terdampak situasi pandemic ini.

Pemahaman dan antusiasme Para pelaku Finance untuk menyalurkan kredit pada sector ini memang masih dipengaaruhi situasi pandemic covid yang masih belum menentu, mengingat resiko yang mungkin saja bisa terjadi pada penyaluran kredit ini.

Pada dasarnya peluku bisnis multifinance pun masi terus memantau perkembangan yang ada, bukan berarti peluang meningkatnya permintaan alat berat berarti tanpa resiko, hal ini tentunya dibutuhkan peran pemerintah untuk segera mungkin memastikan situasi pandemic ini stabil dan tidak berdampak pada sector bisnis yang ada di masyarakat.

Terciptanya iklim bisnis yang berkepastian, tentunya akan memberikan keyakinan bagi para pelaku usaha, baik dari sisi pelaku pertambangan maupun pelaku Finance untuk berexplorasi membangkitkan ekonomi Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *